Senin, 30 November 2009

rindu...

Tuhan, aku merindukannya...sungguh merindukannya....

Bolehkah rasa itu kumiliki saat ini?

Meski kami hanya bertemu lewat media komunikasi, tapi ku merindukan pesan-pesan yg dia kirimkan untuk meyakinkanku agar bertahan...

Tuhan, aku merindukannya... sungguh merindukannya...

Dimanakah ia saat ini?

Lindungilah ia dengan segenap kasih sayang-Mu... jagalah ia dengan sebaik-baik penjagaan-Mu...

Sunggu aku mengkhawatir dirinya... meski aku tahu tak boleh disisinya saat ini..

Tuhan, kuatkanlah hatiku agar selalu taat pada-Mu...

Rabu, 18 November 2009

antara ego dan .....

saking gak taunya nyebut apa makanya ditulis "......"

kantor lagi ada proyek di luar kota... si ibu (sebut aja begitu) pingin banget buat ikutan.."sekali-kali keluar kota" pikirnya. awalnya tidak diajak masuk dalam tim, padahal nih proyek dari awal beliau yang jadi seksi sibuk..akhirnya "ribut" dan sedikit protes ke pimpinan proyek. Walhasil (dan emang menurutku juga sepantasnya) dia pun diikutkan dalam tim untuk berangkat ke luar kota..

di kantor juga lagi hactic karena lagi persiapan buat seminar yang waktunya tinggal 2 pekan lagi. Huff, baru kali ini persiapan ngadain seminar cuma 3 pekan. padahal sebelumnya "pesimisin" mahasiswa yang ngadain acara tapi sebulan sebelum sepertinya belum siap apa2 padahal planning dah mulai beberapa bulan sebelumnya. (kena batunya kan sekarang!!). nah, si ibu dan seorang temannya pun harus berangkat. padahal, butuh mereka buat nyebar undangan, bla..bla.. bla.. trus gimana donk?? *panic mode on*

padahal juga, di kantor ada acara tiap hari sabtu yang HARUSNYA dia bertugas di situ.. dan terpaksa dia tinggalkan...ck..ck...ck... makin ribeet. tapi yaaa gimana lagi? wong kepingin banget dapet "tugas keluar kota"..masa' dilarang sih?

"tapi kita kan tim" seringkali ia ucapkan (dan seolah dia banggakan).. dan dalam kerja tim harus bisa menahan ego2 pribadi...bukankah begitu?

ya ya ya..sebagai tim harus saling bantu dan saling backup. bismillah...semoga Allah mudahkan segala urusan ini

~curhat dikit ditengah2 kesibukan kantor -_-

Kamis, 05 November 2009

kurang gaul siiiih...

hari ini sehabis ngajar (di gedung B) ku niatkan untuk melewati ruangan perpustakaan, memotong jalan ke gedung C tempat aku biasa mangkal :p berhubung lupa bawa tas laptop dan bawa2 tugas mahasiswa juga, lengkap sudah alasanku...

sering aku perhatikan, dosen-dosen memang sering motong jalan lewat sana kalau hendak mengajar atau habis ngajar untuk ke gedung C. Struktur bangunan kampusku yang melingkar itu mengharuskan orang sedikit memutar kalau mau pindah gedung. Karena bawaanku berat plus aku juga ingin "beramah-tamah" dengan ibu2 perpus... maksud hati begitu...

eh, apa yang terjadi ketika sampai di perpus... begitu melangkah memasukan arena ibu-ibu itu, dengan sopan aku meminta izin lewat.. (biasanya staf yang lain langsung nyelonong aja)

"misi bu... numpang lewat ya" sapaku pada seorang ibu yang wajahnya sangat familiar tapi selalu lupa namanya (emang penyakit lama nih)

"mau ke mana?" tanyanya dengan nada datar

"mau ke gedung C bu, bawaanya berat nih.." jawabku sambil cengar-cengir (sok2 ramah..hehe)

"ini bukan jalan umum" masih dengan nada datar dan tidak menunjukkan ekspresi bercanda

waaah, dari pada aku cari masalah, lebih baik muter aja deh... maklum, "anak baru" harus bisa jaga diri... (huu... su'udzon kan bakal diomongin ini-itu)

"gitu ya bu? makasih ya bu" sambungku sambil berlalu dan melempar senyum yg (diusahakan) semanis mungkin... hehe

sampai di ruangan segera ku tanya pada rekanku yg juga dosen (tapi dosen tetap, bukan seperti ku)

"emang klo dosen gak boleh lewat perpus ya" tanyaku dengan nada sedikit kecewa

"boleh kok...aku sering lewat sana" jawabnya

"aku tadi gak boleh... akhirnya muter deh...huhuhu" cerita dengan nada lirih... (halaaaaah)

"lho kok? gak tau kali kalo lu dosen" timpal teman yg lain

"tapi harusny tahu... waktu itu pernah koordinasi buku apa yg mau dipake pas awal2 semester" belaku

eeeeh.... ujung2nya... teman kantor yg lain (sebut saja ibu Y) yg emang terkenal ceplas-ceplos dan sudah cukup senior di sana, langsung bilang..

"nanti saya bilangin ke ibu2 perpus... ini dosen juga kok" sahutnya dengan nada tinggi

waduuuuh, jadi gak enak saya...

"gak usah deh bu, nanti saya dibilang tukang ngadu lagi" sambungku dengan nada memohon biar gak diaduin...hehehe

bla..blaaa.blaaa... (ceritanya debat panjang di ruangan soal ini...capek klo ditulis semua :p)

akhirnya... si ibu keluar ruangan... balik-balik

"jadi ke perpus bu?" tanyaku penasaran

"iya, sudah saya bilangin. tapi secara gak langsung. cuma bilang klo staf sini banyak yg dosen juga lho" jawabnya serius

"terus ibu2nya bilang apa? " tanyaku tambah penasaran

"iya si ibu itu (yg melarangku lewat sana) bilang.. yaaah yg tadi berarti dosen donk... duh, maaf deh" begitu katanya menirukan si ibu

tuh kan pit.... makanya... gaul donk sama ibu2 itu.. akibatnya gak dikenal kan..  bener juga kata Pak X (dosen yg lain) kalau aku kurang "self-marketing" nih.. fiuuuuh  -__-'

Rabu, 04 November 2009

Password Management Information Security Awareness Cartoon




another funny video that I found while preparing my course ...hihihi
*dasaaaar deadliner :p*

Senin, 02 November 2009

Menyegerakan Menikah vs Tergesa-gesa Menikah

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan
orang-orang yang layak (menikah) dari antara hamba-hamba sahayamu yang
laki-laki dan yang perempuan
." (QS. An-Nuur:32)

Ayat di atas menegaskan tentang pentingnya menikah hingga menjadi perintah untuk menikahkan orang yang masih sendirian. Namun ayat tersebut juga tidak memerintahkan seseorang untuk menikah `buta’, sebab terdapat penekanan kata `layak’ yang harus menjadi pertimbangan. Menikah bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, tetapi juga tidak boleh
dipandang sebelah mata. Menikah adalah fitrah bagi manusia dan sejalan dengan anjuran Allah serta RosulNya. Pernyataan Rasulullah SAW dalam hadist berikut dapat menjadi bahan renungan yang bisa membantu memantapkan hati: "Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian di antara kamu, sesungguhnya Allah akan memperbaiki akhlak mereka, meluaskan rezeki mereka, dan menambah keluhuran mereka."

Allah akan menjamin siapapun yang mau menikah. Tetapi tetap saja harus ada persiapan yang dilakukan. Karena menikah bukanlah pekerjaan yang akan selesai dalam waktu dekat. Bahkan bisa jadi memakan waktu sepanjang sisa umur pasangan tersebut di dunia ini. Sehingga perencanaan yang matang mutlak diperlukan. "Orang yang mempunyai niat
yang tulus adalah dia yang hatinya tenang, terbebas dari pemikiran mengenai hal-hal yang dilarang, berasal dari upaya membuat niatmu murni untuk Allah dalam segala perkara
.."  Begitu ucap Ja’far ash Shiddiq, guru dari Imam Abu Hanifah. Menurutnya seseorang yang
menyegerakan menikah karena niat yang jernih Insya Allah hatinya akan diliputi oleh perasaan sakinah, yaitu ketenangan jiwa saat menghadapi masalah-masalah yang harus diselesaikan. Berbeda dengan menikah tergesa-gesa yang selalu ditandai oleh perasaan tidak aman dan hati yang diliputi kecemasan yang memburu.

Ada sebuah perumpamaan tentang pernikahan dalam buku "Kado Pernikahan Untuk Istriku": Menikah itu seperti orang yang sedang mengendarai motor dan menjumpai tikungan yang tajam, apakah dia akan segera membelokkan kemudi tanpa mengurangi kecepatan karena ingin cepat sampai atau dia mengurangi kecepatan sedikit, membelok, dan kembali
meningkatkan kecepatan perlahan-lahan? Jalan hidup ini begitu panjang. Menikah merupakan salah satu rute yang harus dilalui oleh manusia, sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk
hidup yang diciptakan berpasang-pasangan. Menikah ibarat menapaki titian pelangi. Ada bagian yang mendaki dan memerlukan curahan energi ekstra dan adapula bagian yang menurun yang menawarkan kesenangan, kedamaian serta ujung kisah yang penuh pesona.

sumber (dan lebih lengkap): http://zein.blogsome.com/2007/01/04/menikah-tergesa-gesa-atau-menyegerakan/