Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2012

pumping...pumping...

Demi ASI eksklusif selama 6 bulan untuk anak, ibu bekerja pastinya tidak lepas dari aktivitas yang satu ini.. PUMPING alias memerah ASI untuk disimpan dan diberika kepada anak saat ibu tidak di rumah.

Begitupun dengan saya tentunya...
Pertama kali pumping pas Rakha sudah berusia 6 mingguan.. kata temanku sih ini termasuk telat. harusnya, ibu itu udah pumping sejak awal kelahiran si baby biar sekaligus untuk memanipulasi kebutuhan akan ASI. Kan produksi ASI itu sesuai dengan demand.. dengan pumping, demand = sedotan anak + untuk di pompa.
Nah kalo saya beda lagi mikirnya. 
Biar supply = demand, maka tak biarin aja 6 minggu pertama hanya baby aja yang nyusu biar demand nya benar-benar murni kebutuhan si baby ;-P

Aktivitas pumping terus berlanjut hingga ibu masuk kerja.
Idealnya, pumping itu (katanya) dilakukan 3 jam sekali untuk menjaga konsistensi produksi ASI. Memang, kalau lagi sama anak, biasanya gak nyampe 3 jam si baby udah minta mimik lagi.
Tapi klo lagi kerja? Untuk konsisten pumping per 3 jam itu susah sekali..
bisa-bisa kerjaan terbengkalai, trus dimarahin bos deh...haha
Apalagi kerjaan ku adalah mengajar. Satu kali pertemuan 4 SKS (1 SKS = 50 menit). Alhasil, pumping bisa-bisa 5-7 jam sekali :-(

Selain faktor kesibukan, pumping di kantor itu juga ga bisa sembarang..
Gak enak kan di lihat teman kantor, terutama yang laki-laki.
Mau pumping di toilet? iiiih... jijay deh, jorok..
Mau pumping di mushola? campur gak pake hijab -__-"
akhirnya pumping di ruangan aja pake apron menyusui.
Awalnya teman kerja yang laki-laki pada nanyain "kenapa bu? kedinginan ya?" 
secara apron menyusui ku bentuk nya modis, kayak panco dan bahannya kain seperti layaknya baju biasa...hehe.
Hal lain juga yang membuatku jarang pumping di kantor adalah membersihkan alat pumpingnya.
karena tidak bisa cuci seenaknya kayak di rumah, jadi lah tuh alat pompa cuma disiram dengan air panas klo mau di pake... hiks..mudah2an anakku gak kenapa2 yaa :-(

Dengan jarangnya saya pumping tersebut..alhasil sekarang supply < demand.... tidaaaaaak..
Sehari paling dapet 2x pumping di kantor dan 1x di rumah (pagi2 sebelum atau sesudah subuh, tergantung kebangun jam berapa..haha)
tapi kalo di kantor sekali pumping bisa sejam. hasil perah sekitar 120 - 200 ml.
jadi sehari sekitar 400-500 ml...
sedangkan anakku sehari (pagi sampe sore) bisa minum sampe 550 - 750 ml...
huwaaaaaaa..... *panik mode on

Sekarang akhirnya aktivitas pumping di tambah.
Di rumah, habis nidurin si kecil, makan malam, pumping... 
bangun tidur, klo Rakha belum bangun pumping lagi, atau pumping sambil menyusui.
Sabtu-minggu walaupun tidak ada deman ASIP, tetap pumping..
pokoke sekarang setiap ada kesempatang pumping...pumping...

Cemunguuuuudh ^__^

Rabu, 03 Agustus 2011

di tempat yang baru

1 agustus 2011 bertepatan dengan 1 Ramadhan 1432H
Alhamdulillah, Allah masih memberiku kesempatan untuk berkarya sekaligus mencari tambahan uang jajan..hehe (klo nafkah mah urusan suami :P)

Walaupun sesuai kontrak masa kerjaku dimulai per tanggal 1 agustus, tapi dari tgl 28 Juli sudah diminta untuk menghadiri rapat dosen skaligus perkenalan diriku yg anak baru. Ternyata eh ternyata... disini juga banyak dosen2 baru. Tak kirain diriku seorang..hehe. Dan baru tahu kalo ada proses rekrutmen yg resmi dari awal tahun lalu.. Gini nih akibat gak pernah baca koran..hehe. Tapi, alhamdulillah walaupun sudah "telat" memberikan CV, masih diberi kesempatan untuk ikut seleksi :D

Bagaimana kesannya di sini?
5 hari pertama... seruu..
Kebetulan seruangan dengan sesama teman2 yg baru juga. ada ibu2 yg heboh, ibu2 yg kalem, mbak2 yg pinter sampe bapak2 yg ikutan heboh sama ibu2..hehe.
Karena disini corenya manajemen dan bisnis..jadilah lebih banyak kaum hawanya.. (yeeey, akhirnya dapat lingkungan kerja yg mayoritas perempuan..=P)
Bertemu dengan orang2 baru sangat menyenangkan.. bisa banyak belajar dan menambah pengetahuan. Selain itu makin menyadarkan diri ini bahwa belum berbuat apa2 dan belum bisa apa2.. tapi, gak boleh jadi minder, harus nambah semangat biar bisa berkarya lebih baik.

5 hari pertama... bingung..
Karena kebanyakan tentang manajemen, jadilah mata ajar yang diberikan padaku juga lebih berat ke manajemennya. Enak sih, dibandingkan ngoding dan algoritma.. Tapi jadinya harus belajar lagi yg buaaaanyaaaak.. mudah2an bisa terkejarlah sampe mulai ngajar awal bulan depan.

5 hari pertama...senang..
Pas interview memang dikatakan ada jam kerja yaitu 8 - 16.30. Kenyataannya?? No..no..
Yah, namanya juga kampus. Apalagi perkuliahan sedang libur. Dosen2 lama datangnya suka-suka.. kadang datang kadang nggak. Tapi berhubung masih baru, harus nongol tiap hari walaupun ada yg datang hanya 1-2 jam... enak ya??!
jadi, ashar udah bisa sampe rumah dan istirahat menjelang buka puasa..hehe.

yah, semoga saja hari2 kedepan lebih seru dan menyenangkan, tapi tidak tambah membingungkan tentunya...

semangaaaaat ^^

Rabu, 13 Juli 2011

to be a (good) working-wife

Kali ini saya akan membahas tentang istri pekerja alias working-wife (bener ga ya istilahnya??). Sedikit berbeda dengan working-mother yang banyak dibahas di milis sebelah, maksudnya working-wife disini adalah istri yang bekerja tapi belum jadi ibu. Yah apapun sebutannya lah ya..hehe. Maka disini saya tidak akan bahas soal untung ruginya wanita bekerja terkait pendidikan anak. (seperti yang biasa dibahas dalam topik2 WM vs FTM)

Kalau baca postingan saya sebelumnya, rasanya saya sudah banyak "mengeluh" tentang hidup saya menjadi housewife beberapa bulan terakhir ini. Yang awalnya sangat bersemangat utk "liburan", jauh dari rutinitas kantor dan bereksperimen di dapur berganti menjadi rasa suntuk, jenuh, bosan, bete, bad-mood, dan sifat-sifat jelek lainnya. Akhirnya, beberapa pekan lalu saya beranikan diri untuk mengirim CV yang sudah lama kubuat tapi belum dikirim2 juga...hehe. Dan alhamdulillah..tanpa perlu menunggu waktu lama, saya mendapat panggilan interview dan dinyatakan LULUS...horeeeee!! So, insya Allah kalau tidak ada aral melintang, mulai bulan depan saya akan kembali menjadi working-wife =D

Menjadi wanita pekerja sepertinya sudah menjadi hal yang biasa dalam keluarga besar saya. Ibu saya adalah wanita pekerja. Hampir semua tante-tante saya juga wanita pekerja (hanya 2 dari 11 yang memilih menjadi FTM). Makanya, selama hampir 6 bulan ini saya menganggur...rasanya gimanaaaa gitu. Sepertinya menyalahi tradisi keluarga (lebaaaay). Saya teringat perkataan guru ngaji saya ketika SMU dulu. Beliau bilang, wanita bekerja karena 3 alasan:
1. membantu orang tua
2. membantu suami
3. karena seorang janda (jadi harus menghidupi diri sendiri)
Kok alasan ekonomi semua ya?? Yaa, karena alasan terbesar orang bekerja adalah untuk mencari uang. Apalagi jaman sekarang gituloh, semua serba muaaahaaal.

Memang dalam Islam, wanita tidak diwajibkan untuk mencari nafkah. Tapi Islam juga tidak melarangnya. Sebagaimana ibunda Khadijah r.a yang merupakan seorang pengusaha (alias wanita pekerja juga). Nah, dijaman sekarang ini, banyak alasan yang mendorang wanita untuk bekerja, bahkan setelah dia menikah (kan logikanya, klo dah nikah jadi tanggungan suami sehiangga gak perlu capek2 nyari duit). Ada yang karena alasan membantu suami agar dapur tetap ngebul, ada yang karena sudah terlanjur sekolah tinggi2, ada yg karena sayang meninggalkan karir yg dirintis dari masa lajang, sampai yang hanya ingin mencari aktivitas di luar rumah. Apapun alasannya, wanita jaman sekarang sepertinya lebih banyak yg memilih utk bekerja dari pada hanya stay di rumah.

Nah, as a working-wife tentunya ada rambu-rambu yang harus dipatuhi agar rumah tangga tetap berjalan sebagaimana mestinya. Banyak kasus perceraian terjadi pada rumah tangga yg suami-istri bekerja. Mulai dari kasus perselingkuhan, intensitas pertemuan yang berkurang (akhirnya rumah tak hangat lagi), sampai ke alasan ekonomi. Seperti makan buah simalakama ya bekerja ini..hehe. Alasan ekonomi yg seperti apa? Saat istri punya penghasilan yang lebih besar dari suaminya.

Sebagai laki-laki, tentu punya ego untuk menjadi superior dalam keluarga. Ada lelaki yg tidak bisa menerima saat istrinya lebih "sukses" dibanding dirinya. Atau bisa juga, sang istri lah yang merasa sudah punya banyak uang, sehingga merasa "tak butuh" lagi. Nah, untuk masalah ini, jauh-jauh hari sebelum saya menikah, mama saya pernah berpesan..

"jika suatu hari penghasilanmu lebih besar dari suamimu, jangan pernah sombong dihadapannya. jangan pernah merendahkannya ataupun menyinggung-nyinggung soal uang"

Saya sangat bangga dengan mama saya. Dan saya rasa, beliau amat sangat pantas menasehati saya mengenai hal tersebut. Beliau sudah berpengalaman menjadi tulang punggung keluarga untuk kurun waktu tertentu saat papaku sedang melanjutkan studinya. Tapi mama tidak pernah menunjukkan sifat arogansinya karena punya uang lebih banyak (kayak di sinetron2 gitu.. =D). I am so proud of you mom!

Apapun alasan saya kembali bekerja (biarlah hanya saya, suami dan Allah yg tahu), saya harap agar nanti tetap bisa seimbang dalam menjalani karir dan kehidupan rumah tangga saya. Doakan ya temans ;)

Selasa, 28 Juni 2011

Cemburu?

Suatu hari di suatu tempat, seorang teman baru bertanya padaku..
Teman: "Suaminya kerja apa?"
Saya: "Dokter gigi"
T: "praktek sendiri?"
S: "iya"
T: "ada perawatnya?"
S: "ada"
T: "hati-hati lho.. banyak dokter yg selingkuh ama perawatnya. kan waktu mereka banyak dihabiskan berdua tuh"
S: (terdiam sejenak, lalu tersenyum) "aah, gak cuma dokter kok, pekerjaan apapun ada peluang utk selingkuh" :D

*****
Bukannya aku tidak pernah cemburu dengan suamiku.. Tentu saja pernah dan sering..haha. Punya suami yg humble dan mudah membuat orang "jatuh cinta" kadang membuatku ingin berkata padanya "jangan terlalu ramah sama orang, nanti disangka ada maksud lain". Aku baru tahu setelah menikah dengannya bahwa suamiku ini banyak sekali punya "his-mother/brother/sister-wanna-be". Karena sifatnya itu, maka kadang cemburuku tidak hanya ditujukan pada wanita yang potensial menjadi orang ketiga, tapi juga teman-teman lelakinya...hohoho. Apalagi kami belum memiliki momongan yang bisa dijadikan "pelarian" mencurahkan kasih sayang..=D

Peralahan tapi pasti, aku belajar untuk mengelola rasa cemburuku. Memang, kadang yg namanya selingkuh itu tidak hanya karena disengaja tapi juga karena ada kesempatan. Pernah baca sebuah note FB punya teman (lupa siapa), bahkan seorang ibu rumah tangga yg cuma diam di rumah pun bisa selingkuh. Nah lho...

Bukankah dalam berumah tangga itu dibutuhkan rasa percaya satu sama lain? Apakah aku percaya dengan suamiku??? YA. Insya Allah suamiku adalah lelaki beriman yang tahu bahwa Allah selalu melihatnya dimana pun ia berada..Jadi, bukankah lebih baik aku percayakan saja "pengawasan"nya kepada Yang Maha Melihat..maka akupun bisa tidur dengan nyenyak..hehe.

Hidup berumah tangga memang penuh seni dan perjuangan. Apalagi di jaman seperti ini... Belum lagi pengaruh berita2 seleb di media atau sinetron2 yg gak mutu tentang pembenaran atas tindakan hina itu. Bikin cemas dan was-was saja.. belum lagi buku NCHI yg baru2 ini kubaca....T__T
Oleh karena itu, harus lebih banyak belajar lagi bagaimana mempertahankan keutuhan dan keharmonisan rumah tangga karena ujian semacam ini mungkiiin (mungkin lho yaaaa) akan menghadang setiap pasangan. Tinggal apakah semua orang bisa melewatinya dengan mulus dan tetap bersatu, atau tercerai berai gagal dalam rintangan ini..

*untuk yang belum menikah, no need to worry ya ;)

Jumat, 10 Juni 2011

That dream will come true..

it's time to write again...hehe
thanks to mba santi yg udah mempertanyakan kenapa blog ku akhir2 ini 'kering' :D
oke.. mari dimulai..

Dulu pas masih muda banget (skarang jg masih muda kok :p), saat masih senang2nya bermimpi.. saya pernah punya impian untuk sekolah lagi di negeri sakura. Kenapa Jepang? entahlah.. padahal saya bukan penggemar manga.. paling cuma Sailormoon, Candy-Candy, dan Detektif Conan. Itu pun gak yang ngebet banget utk koleksi setiap edisi komiknya atau nonton setiap episode serialnya di layar kaca.
Saya punya impian untuk menikmati indahnya suasana duduk di bawah pohon sakura yang sedang bersemi indah :)
Karena mimpi saya ini, saya bahkan sempat kursus bahasa Jepang selama 6 bulan.. lalu berhenti karena gak kuat harus menghapal huruf kanji yg makin lama makin keriting..hohoho

Setelah lulus S2, impian saya sedikit berubah. Ternyata bidang ilmu yg saya minati lebih berkembang di Eropa, Amerika atau yg terdekat Australia. Setiap kali membahas rencana kuliah lagi dengan teman2.. Jepang sudah saya coret dari daftar saya. Di dalam bayangan saya, Jepang sangat-sangat fokus pada teknologi dan science nya yang mana sangat-sangat menakutkan bagi saya (lebaaaay)

Setelah menikah, impian saya berubah lagi... (gak punya pendirian -__-)
Saya tidak lagi memimpikan untuk sekolah di luar negeri.. saya hanya ingin menemani suami yg sekolah di luar negeri...(terdengar lebih gampang...hehehe)
Dan kebetulan... saya mendapatkan suami yang punya passion dalam menuntut ilmu dan mengajarkannya.. (sama donk??? hmmm...gak juga sih :D) Mulailah dia hunting2 program doktor dan mengontak profesor2 di luar negeri yg sempat masuk dalam daftar kenalannya...hehe.
Daaaan... gayung pun bersambut. Akhir agustus nanti Insya Allah suamiku akan berangkat ke negeri matahari terbit tersebut untuk menghadiri International Summer Program di sebuah universitas ternama di sana... dan rencananya akan dilanjutkan dengan program PhD... Hebbaaatt...
ternyata gak sia2 dulu sempat belajar bahasa jepang..meskipun sekarang sudah lupa lagi..hehe.

Lalu bagaimana dengan saya??
"Pita cari2lah peluang sekolah disana" begitu kata papaku
 Whaaaat?? PhD??? now??? (histeris mode on..hehe)
oh tidaaaak... saya merasa belum siap untuk menyandang gelar itu dibelakang namaku..
belum pede euy... takut otak gak mampu dan malah jadi stress lagi...huhuhu.
sempat terpikir untuk ambil S2 lagi aja apa ya? tapi kalau lihat2 website beberapa univ di Jepang yg ada jurusan IT nya..lagi2 tentang science and engineering :(
kok gak ada yg IT management ya?? fiuuh..

But anyway, I'm so proud of my hubby... ^^
He makes my dream is going true... insya Allah.

Selasa, 08 Maret 2011

Desperate Housewife??

36 hari sudah aku menjalani peranan sebagai housewife alias ibu rumah tangga. Setelah resign dari kantor akhir januari kemarin, aku langsung hijrah ke kota kembang.. Alhamdulillah akhirnya bisa berkumpul dengan suami setelah hampir setahun (saat itu) kami menikah. Dan sekarang, resmilah aku secara de facto (belum secara de jure secara belum punya KTP bandung =P) menjadi warga bandung.

Sejak sebelum resign, kala itu teman dan keluarga memang sering menanyakan apakah aku sudah mendapatkan tempat kerja baru di bandung nantinya. Dengan santai aku menjawab "belum, mau istirahat dulu". Ya, saat itu, mungkin karena aku sedang dihadang oleh kerjaan yang bertubi-tubi sampai sulit bernapas rasanya (lebay deh ah..hehe) yang ada dalam pikiranku hanyalah istirahat di rumah, menikmati hari-hariku tanpa ketemu klien, tanpa tuntutan deadline, dan tanpa bermacet ria di jalanan. Ketika kerjaan menumpuk, aku dan suami memang sudah merencanakan untuk hanimun lagi setelah aku resign, yaitu di bulan februari. Hitung-hitung sekalian refreshing dan memberi hadiah pada diriku sendiri atas kerja keras selama ini (maklum, dari kantor gak difasilitasi.. =D)

Lalu apa yang aku lakukan sepanjang hari di rumah? Memasak. Kegiatan baru ini awalnya sangat aku nikmati. Masak lauk pauk maupun sekedar camilan sebagai eksperimenku dari hasil hunting resep di internet...hehe. Dan yang lebih bahagia lagi adalah ketika melihat suami memakannya dengan lahap. Alhamdulillah.. Selain memasak, tentu saja kegiatanku adalah bersih-bersih rumah dan bersantai ria menikmati hiburan di televisi.

Sebulan menjadi housewife hampir dipastikan kerjaanku itu-itu saja. Dan ujian keikhlasan pun mulai berdatangan satu per satu. Suami yang bekerja diluar jam kantor pada umumnya, maklum dokter gigi yang kebanyakan praktek malam, membuatku harus lebih banyak sendiri di rumah. KESEPIAN. Sedangkan paginya suami juga sering ada aktivitas yang lain. Masakan yang aku buat pun kadang harus aku makan sendiri karena suami tidak sempat pulang ke rumah untuk makan atau mendapat undangan dari teman-temannya. KECEWA. Alhasil, tak jarang aku uring-uringan terhadap suamiku, minta perhatian. Tapi suamiku hanyalah manusia biasa. Lelah aktivitas seharian membuatnya kadang tak menggubris kemanjaanku itu. SEDIH. Belum lagi perubahan pola hidupku yang dulu selalu sibuk eight-to-five, dengan segala dinamika dan pencapaiannya, kadang membuatku CEMBURU dengan kesibukan suami di luar sana.

Keinginan untuk kembali beraktivitas rutin di luar rumah pun kembali muncul. BEKERJA. Yaa, aku ingin bekerja. Fully-housewife (not fully-mother) sepertinya bukan "pilihan" hidupku. Bekerja bukan hanya untuk mencari tambahan uang belanja, tapi lebih kepada mengekspresian diri, mencari pencapaian-pencapai sebagai salah satu kebutuhan manusia menurut need's pyramid (teori siapa ya?? lupa). Sebenaranya suami sudah setuju dan membolehkan pilihan profesi apapun yang aku mau, asal tetap bisa menempatkan prioritas bagi keluarga jika sudah punya momongan nanti. Tapiiii, aku juga belum beranjak dari posisi ku saat ini.. BINGUNG. Don't know what I want! Membuatku semakin desperado...huhuhuhu T_T

Yah, apapun pilihan profesi yang aku pilih dan Allah pilihkan untukku nanti, semoga tidak membuaku menjadi semakin desperate. Not as a housewife either a career woman.. =(

Jumat, 14 Januari 2011

menghitung hari, menyongsong hidup baru...

detik demi detik membawa ku semakin dekat untuk hijrah ke kota kembang..

"kenapa harus pindah?"
"gak jadi pindah kan?"
"udah di sini aja, suami aja yg pindah ke jakarta"

Setidaknya itu pertanyaan dan komentar yang aku terima dari teman2 kantor.. di satu sisi aku senang, artinya teman2 senang dengan keberadaanku di kantor ini (ge er mode on ). Lha iya donk, kalo gak seneng pasti komennya.. "udah sono cepet2 pindah"..hehe.

Tapi di sisi lain,hal itu justru membuatku merasa berat untuk melepas semua ini...
Di sini aku sudah diberikan banyak pelajaran, tidak hanya soal seluk beluk penerapan TI dalam organisasi, tapi juga bagaimana cara berinteraksi dengan orang-orang yang beraneka ragam.. klien dan customer yang silih berganti..

Dulu, saat menjelang kelulusan S1, aku bingung mau kerja apa nantinya..
Ingin jadi IT profesional yang berkarir di perusahaan besar bahkan multinasional, yang berkantor di jalan-jalan protokol sehingga aku dapat menjejakkan kakiku di etalase gedung bertingkat (suka istilah ini dari dulu ) dan melihat landscape ibukota dari atas.
Ingin jadi dosen atau akademisi yang memiliki banyak mahasiswa, berbagi ilmu dan senantiasa belajar hal-hal baru.. ikut penelitian dan seminar di luar kota bahkan sampai mancanegara, menimba ilmu sambil melancong...hehe.
Ingin jadi enterpreneur yang punya bisnis sendiri, punya anak buah yang bisa diatur-atur dan tidak ada yang mengatur-atur...hehehe.. dan yang pasti punya passive income dimanaaa tidak perlu kerja siang-malam tapi duit tetap ngalir *ngimpiiii...*

Kini apa yang telah aku raih?
IT profesional?? hmm.. kurang lebih demikian. Punya banyak klien dari berbagai perusahaan memberiku kesempatan  untukku keluar masuk gedung bertingkat di kawasan jalan protokol itu, bahkan beberapa kali rapat di kantor mereka yang terletak di lantai atas dimana aku bisa melihat pemandangan Jakarta seperti elang yang terbang di langitnya *puitis bangeet * meskipun kantor sendiri hanya di lantai 1, pojokon pula yang gak bisa liat pemandangan apapun... *menyedihkan *

Akademisi?? alhamdulillah diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk mengajar di almamater selama 3,5 semester (3 semester plus 1 semester pendek). Pernah ngajar materi yang teknikal sampai manajerial.. menghadapi berbagai karakter mahasiswa dan dosen tandem (karena tidak pernah megang kelas sendiri..hehe).
Kadang semua itu terasa nikmat, tapi kadang juga bikin tersiksa... stress sendiri klo sudah mendekati deadline, ketemu klien yang bawel dan banyak maunya, dan tiap kali akan masuk ke kelas karena khawatir tidak bisa menyampaikan materi dengan baik atau menjawab pertanyaan dari mahasiswa...
Tapi aku sangat bersyukuuuur sekali... setidaknya aku pernah merasakan kedua mimpiku itu. Meskipun belum sepenuhnya.. (belum sampe ikut seminar ke luar kota apalagi luar negeri )

Lalu bagaimana dengan enterpreneur?
belum tersentuh sama sekali karena belum punya modal yg utama yaitu modal NEKAT alias masih takut rugi, takut gagal, takut ini itu... pokoke banyak lah.
kini, mungkin Allah ingin memberiku kesempatan meraih mimpi yang ketiga ini..
Alhamdulillah diberikan pasangan yang punya pandangan sama.. ingin punya usaha sendiri, tapi tidak hanya berani mimpi.. juga berani mengambil resiko... tentunya dengan strategi dan pemikiran yang mendalam, bersama dengan orang-orang yang lebih dulu mengalami jatuh-bangun jadi enterpreneur...
inikah jalanku yang baru??

Meskipun pertanyaan yang paling banyak ditujukan padaku..
"nanti mau kerja dimana?", "sudah apply ke mana aja?"
kalau memang takdir Allah untukku mencoba jadi enterpreneur, kenapa tidak??

Tapi yang pasti, yang kuinginkan adalah..
to be a great wife for a great man..
to be a great mother for great children..
to be a great daughter for a great parents..
to be a great woman for a great community...
amiiien..

Kamis, 30 Desember 2010

new year...new life...

Hari ini hari terakhir di tahun 2010...
tinggal menghitung hari untuk memulai hidup baru.. eits, bukannya mau nikah lagi yak :P
Tak heran bila saat orang menikah, yang diucapkan para tamu adalah Selamat Menempuh Hidup Baru. Ya, gerbang pernikahan kadang "memaksa" orang harus merubah hidupnya 360 derajat (lebaayy..hehe).

Selama tahun 2010, setelah aku berganti status menjadi istri, belum berasa menikmati "hidup baru". Kerja masih di tempat yang lama.. pulang-pergi tetap sendiri.. di rumah juga sama, tetep tidur sendiri..hehe. Baru merasa berubah pas weekend doank, pas kumpul sama suami..

Tapi...2011 akan berbeda... insya Allah.
harus mempersiapkan mental untuk menghadapi yang namanya "hidup baru".
lingkungan kerja baru, rumah baru, teman2 baru, semuaaaa baru..fiuuh.
awal-awalnya semangat, tapi ke sini-sini..kok adaaaa ajaaa godaan syetan yang terkutut yang mencoba menggoyahkan pendirian.
tiba-tiba kok merasa nyaman kerja disini..
tiba-tiba kok merasa takut kehilangan apa2 yang sudah diraih.. it's not easy dude!
padahal sudah sepakat kalau akan mencaba hidup baru di sana..bersama..huhuhu

ya sudahlah..bismillah saja.
semoga diberikan yang terbaik, di manapun itu

selamat datang tahun baru...
selamat menumpuh hidup baru ^^

Selasa, 14 Desember 2010

sakit apa ya??

Berawal dari bibir kering karena nyobain lipgloss baru dengan merk Or*****e...
udah dihentikan pemakaiannya, tapi bibir kering tak kunjung sembuh2 juga... lama kelamaan bibi jadi bengkak, sariawan, bibir pecah2...huwaaaaa...

"gara2 stress kali?" kata suamiku..

hoho..yg benar saja? se-stress apakah diriku sampe nih penyakit hampir dua bulan gak mau juga pergi???
memang akhir2 ini lagi buaaaaaaanyak banget kerjaan.. otomatis jadi banyak pikiran.. tapi badan kok gak kurus2 juga ya?? (lho?? *ngarepdotcom* )
kalau benar karena stress, gak bisa diobatin donk? sampe semua kerjaan ini selesai semuanya.. kapan kah itu??

usaha untuk berobat udah..
dari dokter umum, which is kakak sendiri..hehe..
lalu dokter gigi, which is suami sendiri...hehe lagi..
sampe dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis kulit... fiuuuh..

dan sampe skaraaaaang.. masalah tetap sama.. bibir kering!! bahkan kadang sampe berdarah tiba2 huhuhu.. *what happen with me??*
kini..penyakit lain mulai mengikuti..
di badan timbul bentol2 merah kayak jerawat, tapi di daerah yg tak wajar (tangan, kaki, perut...hadeuuuh)
dan tambahan satu lagi... mata merah sebelah.. gak berasa apa2 (sakit or gatal2) atau keluar cairan apa gitu (tanda sakit mata).. dikira iritasi biasa.. ternyata dua hari gak hilang juga.. oh my God...

bener2 deh ni..
sepertinya tuh kartu asuransi pingin dipake dulu sebelum aku lepas

*curcol menjelang makan siang

Sabtu, 30 Oktober 2010

Curhat part.1

aku rinduuuu setengah mati kepadamuu...

huuuh, kenapa lirik lagu itu terus berputar dikepalaku.. padahal kan harusnya ngerjain tugas-tugas kantor yang setumpuk atau belajar untuk mengajar 2 minggu lagi.... -___-"
mungkin karena aku sedang dihimpit oleh kerjaan2 ... jadi stress, pingin ada seseorang yang diajak bercerita, tempat bermanja, melepaskan segala penat ini

Sudah dua pekan ini tiap sabtu lembur terus di kantor. Harusnya aku bisa ke bandung, menemani suami yg lagi sibuk mempersiapkan ujiannya. Tapiiii... maafkan aku ya sayaaang.. aku juga tak bisa beranjak dari ibu kota. Bulan depan (alias mulai besok) akan sangat sangat sangat padat. Tiap minggu sudah ada jadwal training. Semua agenda seolah berkejar-kejaran. Lagi mengerjakan yang satu, yang lain lagi harus segera diselesaikan...huhuhuhu.

Di satu sisi sih enaaaak.. banyak proyek artinya pundi-pundi juga akan terisi dengan lancar...hohoho  Tapi disisi lain....huwaaaa...rasanya pengen teriaaaak. Kepala sudah mumet,...met..met...

Tapi tenaaaaaang... 2 bulan lagi insya Allah.. anggap saja sedang kerja keras untuk menabung buat liburan yang panjang. Yaa.. sepertinya aku butuh liburan. Pokoke... setelah semua ini selesai, aku harus berlibur... having fun... refreshing..or whatever it is... No work, no deadline, no client... but it means no money duunks???..hahaha *teuteuuup*

Hayoo.. SEMANGAAAAT...!!!

kau di sana aku di sini..
satu rasa dalam hati...

Selasa, 21 September 2010

aku yakin dia mencintaiku... dengan caranya sendiri ^^

di SMS kadang tidak dibalas.. atau lamaaa sekali balasnya
di telpon, lebih banyak gak diangkat...
berharap ketemu di dunia maya? chatting or anything... meski bikin janji dulu...fiuuh
jadi bikin maleeesss

seringkali bikin curiga, prasangka, menduga-duga...
sayang gak sih sama aku??? *mellow mode on*

kalau lihat teman yang ditelpon sama pasangannya, bahkan sampai 3X sehari... (kayak minum obat ) sekedar nanya lagi dimana? sudah makan belom? makan apa? jadi suka ngiriiiii...huhuhu. Padahal tinggal serumah lho....

Inilah nasib kalau punya pacar (baca: suami) yang jauh di mata dekat di hati...
tapi kata orang sih, nikmatin aja dulu... kalau ntar sudah serumah bisa bosyen ketemu dia lagi - dia lagi (bener gak sih?)

tapi terlepas dari sifatnya yang jarang menjawab SMS dan telpon itu, aku yakin disetiap aktivitasnya di sana, dia selalu merindukan aku.. ya kaaaan??? (menghibur diri sendiri )

Kadang aku ingin seperti teman2ku tadi...
tiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap hari... tahu pasangannya lagi ngapain, sama siapa, dimana.... (dah kayak iklan..hehe).
kadang aku menganggap, itulah cara seseorang mencintai... selalu menunjukkan perhatian lewat "pengawasan" tadi.. selalu mau tahu keadaan kekasihnya.

Tapi setiap orang memang punya caranya sendiri untuk mencintai orang lain, salah satunya suamiku ini...
Karena cintanya, dia percaya padaku... aku mau ngapain, dimana, sama siapa... yang penting aku baik-baik saja...
Karena cintanya, dia meminta Allah selalu melindungiku... lewat doa-doa dalam sujudnya yang panjang...
Karena cintanya, dia memilihku menjadi pendamping hidupnya

Dan rasa cinta itu harus terus dipupuk dengan kasih sayang dan kepercayaan....
I Love U, Cinta...

Kamis, 02 September 2010

Aku bisaa!! Aku pasti bisaa..!!

Beberapa hari lalu, aku mendapatkan sebuah pesan FB dari seorang mahasiswa, isinya.. (intinya)
"bu, tolong pembagian kelompok matakuliah ProPeSI ditentukan oleh dosen saja. Takutnya ada ketidakmerataan programmer.."

membaca pesan itu membuatku terkenang kembali masa muda pas kuliah S1 dulu... kayak sekarang dah tua aja..hehe

*******
Semester pertama kami mendapatkan mata kuliah Dasar-Dasar Pemrograman yang isinya tentang bahasa Java.. Boro-boro mau bikin program, lha wong pas sekolah taunya cuma word dan excel...hehe. Untungnya, aku mendapatkan kelas yang student-based learning dimana dosen hanya menyediakan pemicu tiap pekannya dan mahasiswa diminta belajar mandiri. Sebelum perkuliahan berjalan, sang dosen mengadakan semacam pre-test untuk melihat siapa saja yang sudah "melek Java" atau paling tidak pernah membuat program. (baru tahu aku klo sekolah di Jakarta ada yang sudah mengenalkan bahasa pemrograman... maklum sekolah di kampung sih..hahaha). Nah, dari hasil tersebut kami dibagi2 per kelompok dan setiap kelompok ada minimal satu orang yang (boleh dibilang) "jago ngoding".

Waktu berlalu, perkembangan mahasiswa pun beragam. Ada yang tadinya gak bisa ngoding, jadi "jago ngoding".. tapiiii seingatku, banyak pula yang tetap gak bisa ngoding sampai akhir kuliah tersebut. Karena apa??? "ah, tugasku sudah selesai dengan sempurna oleh Si A" yaaa, karena mengandalkan teman yang "jago ngoding" tadi. Padahal, harapan dosennya dengan belajar kelompok itu, yg si Jagoan tadi bisa mengajarkan teman-temannya. hmm... termasuk aku kali yaa yg mengandalkan si Jagoan...hehe.

***********
Cerita kedua.
Apesnya aku...(atau beruntung ya??) adalah tidak pernah mendapatkan teman kelompok yang jagooooo banget ngoding. Tetap saja harus turun tangan meskipun porsi ngoding-nya gak banyak. Yang lebih heboh adalah ketika kuliah Sistem Penunjang Keputusan. Saat itu tugas akhirnya adalah membuat suatu aplikasi Sistem Penunjang Keputusan. Dan lagi-lagi, seolah stok lelaki (yg biasany jago ngoding) tiba-tiba ludeees.. padahal perbandingan cewek-cowoknya 1:3...uuu yeaaah. Jadilah aku dan keempat temanku yang lain harus berjuang sepenuh jiwa raga untuk mengerjakan tugas itu.. Girls Power . Kebetulan diantara kami berlima tidak ada yg jago ngoding..semuanya pas-pasan ilmunya...hohoho.

Sampai diujung pengumpulan tugas, aplikasi kami belum beres...oh noooo... Malam-malam harus rela nginep di kampus dan gak tidur demi mengerjakan tugas itu. Tapiii walaupun kami tidak jago-jago amat, alhamdulillah tugas kami akhirnya selesai. Tentunya dibantu oleh teman2 yg lain, meskipun tidak sekelompok. Trims ya temaaaan

Hasil tugas kami memang tidak terlalu bagus, Sederhana (a.k.a seadanya ) tapi satu yang tidak bisa ku lupa dan membuat ku bangga... bahwa aku bisa mengatakan.. ITU HASIL KARYAKU.... tidak cuma mengandalkan orang lain... menjadi sleeping-partner (bener kan yah istilahnya??). YES, ternyata AKU BISA...!!!

**********
Ingatlah, jika kita tidak bisa, jangan menyerah.. Karena keadaan akan membuat kita menjadi BISA!!! Justru ketika ada orang lain yang BISA dan dapat kita andalkan, kadang malah membuat kita menjadi TIDAK BISA!!

Senin, 26 Juli 2010

Looking for a job

Rencana untuk hijrah ke Bandung semakin dekat, insha Allah. Orang tua, saudara, rekan kerja, teman-teman.. satu per satu menanyakan padaku akan kerja dimana nanti. Bingung mau jawab apa. Karena sampai detik ini aku belum men-submit CV ku ke satupun perusahaan atau institusi di Bandung. Soalnya masih bingung, mau kerja apa..hehe.

Sebenarnya aku termasuk orang yang terlalu "milih" dalam hal pekerjaan. Boleh dibilang "sok idealis". Harus sesuai dengan background pendidikanku, di organisasi yang bergengsi, posisi gak terlalu "bawah".. makanya aku jarang sekali submit CV sana-sini atau ikutan jejaring tenaga kerja di Internet. Kenapa?

Mungkin saja karna aku kurang pede atau aku yang terlalu idealis. Pekerjaan A... ahhh, aku gak bisa deh kayaknya. Pekerjaan B... terlalu rendah untuk aku yang sudah S2 *belaguuu...*
Sedari lulus S1 hingga detik ini, bisa dihitung dengan jari berapa kali aku melamar pekerjaan. Mungkin tidak segencar teman-teman yang lain yang apply sana-sini. Sebelum lulus pun alhamdulillah aku sudah diterima bekerja di sebuah Fakultas di UI, meskipun masih menjadi staff biasa, bukan dosen. Lalu, aku melanjutkan studi ke S2 dengan harapan jika nanti aku melamar pekerjaan aku bisa langsung masuk ke jenjang middle management.. gak jadi kuli lagi gitchu...hehe. Sambil S2, aku bekerja jadi junior consultant di almamaterku, yang manaaaa.. masih sesuai dengan background pendidikanku, baik S1 dan S2. Lulus S2, aku coba-coba apply untuk menjadi dosen di almamaterku. eeeeh, ternyata diterima...hohoho. (Padahal aku juga apply ke sebuah BUMN besar dan berharap bisa lulus disitu aja )

Dalam menjadi pekerjaan, aku gak mau asal-asalan. Asal keterima, asal bekerja, asal punya gaji..hihihi. Maunya tuh, yang tetap memperhitungkan statusku yang lulusan S2. Sudah capek2 kuliah, tetap aja pas keterima kerja yang dilihat cuma S1-nya doank...rugiiiii. Karena terlalu selektif itulah makanya sampe skarang blom apply ke manapun.

DOSEN

ya..ya..ya... sekilas sepertinya itu pekerjaan yang cocok untukku. Lulusan S2, pasti punya nilai lebih kalau jadi dosen. Apalagi dengan status sebagai istri dan (insha Allah) ibu, jadi dosen katanya bisa lebih fleksibel dalam mengatur waktu buat keluarga. Tapiiii... kok rasanya beuraaaaat banget buat jadi dosen. Gak pede euy ama kapasitas diri kenapa ya? udah setahun jadi dosen, tapi tetap aja gemetaran saat masuk kelas..hehe.

lierr..aaaah...
lihat nanti ajalah mau kerja dimana... ada yg punya lowongan??

Senin, 12 Juli 2010

Tentang sebuah mimpi..

Setelah membaca blog seorang teman yang sedang mempersiapkan ujian S3-nya, aku jadi ingat kembali tentang mimpiku dulu... lulus S3, either Doctor or PhD, sebelum umur 30..uuuyeaaah.

Mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia...

Ya..ya..ya.. berawal dari mimpi untuk bisa meraih jenjang akademik yang lebih tinggi dari papaku. Setidaknya itulah yang sering beliau tanamkan kepada anak-anaknya. "Papa aja bisa S2, masa anak2nya kalah..?" Selain karena "suruhan" papa itu, aku juga termotivasi untuk menjadi Doktor karena aku tidak bisa menjadi Dokter seperti keluarga ku yang lain... mmmm... gak juga dink

Dulu, saat aku menjalani studi S2, aku berencana untuk menikah sambil S2. Tapi ternyata Allah berkehendak lain. Skenario yang dibuat untukku adalah setelah aku lulus dari S2. Namun, beberapa bulan setelah lulus S2 pun aku tak kunjung mendapati seorang lelaki yang berani melamarku. Maka terbersitlah dalam benakku, "pokoknya...ada atau tiada pendamping hidup di umur 25, aku akan mengejar mimpiki untuk sekolah lagi" Meskipun mamaku agak worry... nanti tambah gak ada yang berani untuk mempersuntingku..hehe.

Dan ternyata, Alhamdulillah Allah mempertemukan aku dengan jodohku sebelum umur 25. Mungkin ini jawaban dari doa mama yang takut anaknya "nekat" ambil S3..hehe. Setelah menikah, entah mengapa mimpi itu perlahan-lahan sepertinya mulai aku lupakan. Meskipun suamiku tidak pernah mengekangku untuk sekolah lagi, bahkan kami punya cita-cita yang sama untuk S3 ke luar negeri (kapan ya say?? ) Aku tidak tahu mengapa, rasanya sejuta pertimbangan muncul mempengaruhi semangatku untuk meraih mimpi itu. Kalau aku S3, benarkah nanti bisa betul-betul bermanfaat? Nanti aku kerja dimana? Bisa gak ya ngikutin cara berpikir filosofis layaknya mahasiswa S3? Bagaimana kalau aku "terpaksa" jadi full-time mother? Bagaimana bagi waktu antara keluarga dan sekolah?? pokoknya macem-macemlah pertimbangan yang makin memberatkanku untuk menunda mimpi itu entah sampai kapan...

huuff... mimpi itu kadang datang dan pergi..
mungkin emang harus meluruskan niat lagi..
mengejar mimpi bukan hanya sekedar gengsi..
tapi menuntut ilmu untuk derajat yang lebih tinggi di sisi Illahi..

Senin, 28 Juni 2010

penantian itu..

ahh senangnya menanti kelahiran si buah hati...
jadi iri melihat teman-teman yang mulai mempersiapkan bekal untuk menjadi ibu baru..
ada yang tanya-tanya referensi bacaan sampai yang posting link bagus buat dibaca seputar dunia ibu dan anak..

suatu hari... ya suatu hari nanti insya Allah aku pun akan seperti mereka..
penantianku baru 4 purnama.. masih terbilang sebentar bukan? :)
meskipun ada yang belum sempat melewati satu purnama pun..

sungguh Allah Maha Tahu..
diberikannya rizki kepada siapa saja dan kapan saja menurut perhitungan-Nya yang maha teliti..
adakah hakku untuk menggugatnya? tidak..
karena sesungguhnya apa yang baik menurutku belum tentu baik bagiku..

dengan diberikannya aku kekasih seperti saat ini saja sudah sangat membuatku bersyukur..
bahagia tak terkira..
terima kasih Allah..
penantian itu tak akan membuatku jemu untuk terus bermunajat pada-Mu
sepertu dulu aku menghiasi setiap doaku untuk satu penantian yang lalu.

Kamis, 17 Juni 2010

aku.. rindu...

aku rindu masa itu..
berkumpul di selasar masjid di tepi danau
dibatasi oleh selembar spanduk yang hanya menutup setengah badan jika berdiri
berbicara dan mencoba mengenali siapa yang sedang berbicara dibalik hijab

aku rindu masa itu...
berkumpul bersama saudara seiman, satu tujuan..
membahas ini dan itu...
semua dilakukan atas nama dakwah!

aku rindu masa itu
meskipun tak lagi duduk bersila dan dibatasi selembar kain
melainkan duduk di meja bundar..
tapi tetap membahas hal yang sama..
(katanya) lagi-lagi atas nama dakwah..

sungguh aku merindukan masa itu..
kapan kita berkumpul lagi kawan...?
membahas tugas kita.. amanah kita..
yang entah sejak kapan mulai terbengkalai...tertinggal.. terlupakan

ahh, tidaaak
tidak semua melupakan..
hanya sebagian..
mungkin sebagian besar.. termasuk diriku.

Kamis, 08 April 2010

Long-distance relationship

Beberapa hari sebelum pernikahanku, aku sempat chatting dengan seorang teman nun jauh di sana... Dalam pembicaraan itu,  aku sedikit menyindir temanku ini..

"kamu kapan rencananya?" tanyaku

"blom ketemu akhwat yg cocok.." kira-kira jawabnya seperti itu (oya, temanku ini seorang lelaki)

"emang carinya yg seperti apa?" tanyaku lagi

"yg bisa diajak tinggal di sini dan dibawa kalau harus pindah ke kota yang lain" sambungnya. Temanku ini memang bekerja di salah satu perusahaan skal nasional dimana ia memiliki kemungkinan untuk ditempatkan di daerah mana saja alias dimutasi. So, maunya dia..si istri nanti bisa ikut dia kemana pun nantinya ia ditempatkan. Hmmm..

Lalu aku pun menyambung pembicaraan..

"yaah, long-distance beberapa saat dulu gak apa kali... aku nanti juga gitu kok rencananya. aku masih di jakarta dan dia di bandung" jawabku ringan kala itu.

"klo bisa tidak long-distance, kenapa harus long-distance??" sangkalnya..

Saat itu, sebelum menikah, aku tidak terlalu memikirkan mengenai hal ini. Ku pikir awalnya karena kami (aku dan calon suamiku saat itu) memang tidak biasa sama-sama (seperti halnya orang pacaran) dan kalau nanti awal2 menikah juga tidak sama-sama tiap hari, yaah.. gak kan ngaruh banyak lah... sudah biasa toh??

kini, aku dan suamiku menjalani yang namanya Long-distance relationship. Tentu saja ada enak dan gak enaknya (harus dilihat dari dua sisi toh??? biar tetap bersyukur..hehe)

Enaknya apa? Ada yang namanya masa transisi antara sebelum dan sesudah menikah. Kalau orang normalnya, habis nikah tinggal bersama, everyday always together, perubahan itu akan benar-benar terasa. Apalagi untuk orang sepertiku yang sudah bertahun-tahun sebelumnya hidup mandiri di perantauan...hehe. Kalau long-distance, masih berasa single ajah walaupun sebenarnya udah double  Dan masa transisi ini dijadikan masa untuk diri, hati, pikiran, jiwa dan raga (halaaaah...) beradaptasi dengan status baru, kehidupan yang baru. Long-distance juga membuat kami untuk saling berkangen-kangen ria... weekend menjadi waktu yang dinantikan karna itulah saatnya untuk kami bertemu... jadi merasakan namanya nge-date di malam minggu...xixixixi.

Nah, masalah kangen ini juga bisa dibawa gak enak. Kenapa?? sumpaaaah, rasanya gak enaaaak banget. I never have feeling like this before. Tiap hari, tiap jam, tiap menit, tiap detik.. kepikiran si dia.. sedang apa, sama siapa, di mana.. (kok jadi kayak iklan??? hehehe) Yang ada bawaannya pingin nelpon dan sms-an mulu. Resah, gelisah, gundah, gulana... (lebay deh nih kayaknya ) Pokoknya, missing someone itu gak enak..titik. Apalagi untuk orang yang baru poling in loph ...hehehe.

Gak enak lainnya adalah... saat butuh PASANGAN ada di sisi kita, misalnya ada acara kumpul2 dengan teman-teman atau kerabat, eh..tetap aja jadi jomblo...huhuhu.

Tapiiiii... perasaan itu harus terus ditata... agar tidak jadi curigaan, buruk sangka, atawa cemburu berlebihan terhadap pasangan... Hmmm...mungkin ini kali ya tidak sidikit pasangan (yg blom nikah alisa pacaran) saat harus long-distance malah jadi bubar jalan... Jangan sampe juga karena terus-terusan ingat si dia kerjaan jadi terbengkalai. Harus tetap semangat dan produktif dalam aktivitas sehari-hari..ya kan??

Dan akhirnya sekarang aku setuju jangan pendapat temanku itu.. kalau bisa tidak long-distance, kenapa harus long-distance..???

Rabu, 20 Januari 2010

Tempat parkir saja aku minta pada-Nya....

Suatu hari aku harus pergi ke sebuah pasar yang konon kabarnya selalu ramai dan susah parkir... biasanya kalau ke sana aku lebih milih untuk naik taksi atau dianterin sama kakak.

Dari pagi aku sudah membayangkan jalanan di depan pasar tersebut yang selalu macet dan dipenuhi oleh bajaj dan angkot yang setia menanti penumpang yang keluar dari pasar. Ini nih yg bikin macet...huh. Belum lagi tempat parkir di basement yang terlihat gelap dan sempit...hadoooh... Yah meskipun sudah beberapa bulan bawa mobil sendiri, tapi untuk urusan parkir kadang masih fobia saat harus bepergian sendiri.

Akhirnya, dari pagi aku sudah berdoa... "Ya Allah, mudahkanlah urusanku hari ini" berharap nanti siang semuanya lancar, jalanan gak macet - apalagi jakarta habis diguyur hujan deras malam harinya dan merata di seluruh area - gak nyasar, dan dapet tempat parkir yg mudah :D

siang hari pun begitu... ba'da sholat zuhur, ku titipkan lagi harapanku itu kepada Yang Maha Mengatur... dan setelah makan siang, bismillah....aku pun menuju ke lokasi tersebut. Sesampainya di sana, jalanan lumayan "sepi", gak nyasar... (hehehe..) daaaan, pas masuk gerbang pasar, lagi nungguin abangnya nulis kartu parkir, eeh..mobil di depanku keluar...langsung deh tinggal lurus dan parkir dengan mudahnya... Alhamdulillah ^_^

Setelah urusanku selesai di pasar itu, dalam perjalanan pulang aku terpikir kembali akan doaku sepanjang pagi hingga siang tadi...subhanallah, Allah itu Maha Mendengar... lalu aku pun teringat cerita temanku hampir di sepanjang perjalanan pergi tadi... (oops, disinggung lg nih :p) Jika hal kecil seperti tempat parkir saja bisa ku pinta pada Allah, dan langsung di kabulkan... mana mungkin Allah tidak memberi suatu hal besar apalagi jika diniatkan untuk beribadah kepada-Nya. Bukankah Allah sudah mengatakan dalam Al-Qur'an "mintalah kepada Ku niscaya akan Aku kabulkan..."

Makanya, saranku adalah berdoa...berdoa...berdoa...berusaha...berdoa...berdoa...berdoa...dan berserah diri...Jangan sekali-kali kau anggap remeh suatu Doa. Tahukah kau bahwa itu senjata yg paling hebat yg dimiliki orang2 mukmin?? Jangan pernah berputus asa untuk berdoa...dan yang pasti, jangan pernah memaksakan suatu doa...mungkin hanya belum dikabulkan atau sudah dikabulkan tapi dalam bentuk yang lain, hanya kita yang tidak jeli melihatnya.

"...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" (Q.S. Al-Baqarah: 216)

Buat sahabatku dan someone (yg mungkin membaca ini dan merasa....), semoga ditunjukkan jalan yang terbaik... apapun yg terjadi di akhir cerita nanti, cobalah untuk melihat lebih luas dan hati yg lapang... adakah ini jawaban dari doa2 mu??? Tetaplah bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan padamu ^___^

Rabu, 16 Desember 2009

pindah gak ya???

Gara-gara kejadian beberapa hari kemarin, terbersitlah dalam benakku... "aku ingin pindaaaaah". Merasa menjadi 'pegawai yang tak dianggap' dan atasan yang dirasakan 'tidak adil' hanya karena satu permasalahan yang sebenarnya sepele tapi jadi besar karna dikomporin sama teman-teman, yang kupikir ada benarnya juga... akhirnya beberapa hari bete klo ngantor. Alhasil... 2 hari bolos dengan alasan mau belajar buat ujian dan lagi ga enak badan.. 2 hari cuma ke tempat klien yang itu sebenarnya hanya memakan waktu 2-3 jam per hari, tapi karna dirasa lebih dekat klo berangkat dari rumah dan langsung pulang ke rumah... enaknyaaaaa...hehehe

Hari ini masuk kembali ke ruangan itu, pagi-pagi dah nangkring dan nanti berencana untuk pulang cepat. Yang ada dalam pikiran sekarang adalah "ngapain rajin-rajin amat ngantor, yang penting kerjaan beres... TITIK" toh, bos juga pikirannya saklek gitu, gak ada toleransi sedikit... Yaa, sebenarnya sih gak bagus juga.. jadi gak ikhlas kerjanya...bawaannya klo melihat muka si bos jadi bete..sebel..ngedumel... dan hal-hal buruk lainnya.

Trus, kenapa gak resign??? Maunya sih gitu klo mikir... "aku masih muda ini" atau "potensiku ada kok untuk berkarir di luar kampus" tapiiiiii pikiran itu akhirnya dipikirin lagi berulang-ulang kalau inget kata teman2 yang sudah pernah merasakan kerja di luar trus balik lagi ke kampus... "nanti klo lo udah berkeluarga baru terasa deh enaknya kerja di kampus, apalagi lo cewek"..yup, bener banget.. klo di sini tuh ada satu keuntungan yang mungkin sulit didapat di tempat lain (non-kampus).. fleksibilitas kerja dan waktu. Mau izin mendadak? sok... asal gak ada kerjaan yang urgent banget harus diselesaikan hari itu.. Mau kerja dari rumah? silahkeun...nanti hasil kerjaan bisa dikirim via email, koordinasi bisa lewat telpon. Dan itu kurasakan beberapa hari ini saat sedang "ngambek" buat ngantor...hahaha

"tergantung yang lo cari apa..." begitu nasihat seorang teman ketika aku curhat mau keluar dari tempat kerja sekarang.. klo yang dikejar adalah karir dan finansial, yaa gak akan dapet klo tetap di sini. Tapiii, sebagai perempuan hal itu harusnya bukan prioritas. Tugas suamilah yang mencari nafkah keluarga, dan istri cuma "nge-bantu" meringankan beban itu dan kalau mau beli yang aneh2, bukan kebutuhan pokok, bisa pake duit sendiri...haha. Lagian, klo karir bagus diluar, duit banyak, tapi keluarga berantakan, buat apa coba??  (lho...lho...kok jadi melenceng ke sana??? hmmm).

Tapi emang di tempat yang sekarang, bisa dibilang udah comfort zone banget. Teman-teman yang menyenangkan, sederhana, bijaksana, meskipun ada satu dua yang ngebetein tapi gak parah2 banget kok...hehe. Kerjaan juga kadang ada tiada, jadi gak dikejar-kejar terus ama kerjaan... belum lagi bisa menitis karir sebagai dosen yang mana aku rasa peluang itu terbuka berkat kerja di sini... duuh, bener-bener bikin mikir lagi untuk mau pindah...puyeeeeeng.

udahan aaah curhatnya... balik kerja lagi, tapi harus SEMANGAAAAAT!!! biar hari ini bisa produktif. Bismillah...

Kamis, 03 Desember 2009

ku akui aku telah lalai

"Mbak, kapan kita kumpul2 lagi?" tiba2 pertanyaan itu terlontar dari adikku via messaging di monitor laptopku..

sejenak aku tersentak... astaghfirullah... iya ya, sudah beberapa bulan sejak ifthor bersama Ramadhan kemarin nyaris tak pernah ada pertemuan lagi yang kuadakan bersama mereka.. sebenarnya "kemalasanku" ini bukan tanpa alasan (atau tepatnya ku sebut pembenaran). Dulu, setiap kali diajak ngumpul, ada aja alasan mereka, sibuk tugas kuliah, harus ke tempat KP, ada acara keluarga, bla..blaa... Jumlah yang sedikit itupun menjadi semakin dikit dan kuanggap tidak "pantas" lagi untuk berjalan.. Sudah beberapa kali ku minta carikan solusi untuk masalah ini kepada yang "berhak" tapi tetap tak ada jawaban. Dan puncaknya, ku hentikan secara sepihak dengan segala "alasan" yang ku buat untuk meninggalkan mereka.

"aah, sepertinya mereka sudah tidak butuh lagi" atau "aku sibuk" atau "aku gak siap" dan alasan2 lain yang kubuat meninggalkan kewajibanku mengelola amanah ini.

Dan adikku berkata demikian bukan tanpa latar belakang.. sehari sebelumnya dia mengirim SMS mengatakan bahwa dirinya sudah semakin jauh dan futur... dan aku hanya bisa terdiam.. "adakah ini akibat kelalaianku?" astagfirullah...

padahal beberapa hari sebelumnya aku sudah merasakan gejala-gejala "kurang sehat" dari beberapa orang di antara mereka... padahal aku sendiri merasakan bahwa amanah ini (insya Allah) dapat menjadi tempat menumpahkan segala kepenatan hidup dan aktivitas sehari-hari... bertemu dengan saudara dan saling nasihat menasihati dalam ketakwaan adalah bagian terindah dari ukhuwah.

tapi apa yang aku lakukan? seolah aku menutup mata dan tak perduli... itu bukan tanggung jawabku (lagi). sudah mati kah hati ku? atau memang ia tak pernah hidup sebelumnya??

semoga Allah mengampuni segala kelalaianku ini dan menguatkan azzam ku kembali untuk menjalankan amanah ini...bismillah...