Senin, 26 Juli 2010

Looking for a job

Rencana untuk hijrah ke Bandung semakin dekat, insha Allah. Orang tua, saudara, rekan kerja, teman-teman.. satu per satu menanyakan padaku akan kerja dimana nanti. Bingung mau jawab apa. Karena sampai detik ini aku belum men-submit CV ku ke satupun perusahaan atau institusi di Bandung. Soalnya masih bingung, mau kerja apa..hehe.

Sebenarnya aku termasuk orang yang terlalu "milih" dalam hal pekerjaan. Boleh dibilang "sok idealis". Harus sesuai dengan background pendidikanku, di organisasi yang bergengsi, posisi gak terlalu "bawah".. makanya aku jarang sekali submit CV sana-sini atau ikutan jejaring tenaga kerja di Internet. Kenapa?

Mungkin saja karna aku kurang pede atau aku yang terlalu idealis. Pekerjaan A... ahhh, aku gak bisa deh kayaknya. Pekerjaan B... terlalu rendah untuk aku yang sudah S2 *belaguuu...*
Sedari lulus S1 hingga detik ini, bisa dihitung dengan jari berapa kali aku melamar pekerjaan. Mungkin tidak segencar teman-teman yang lain yang apply sana-sini. Sebelum lulus pun alhamdulillah aku sudah diterima bekerja di sebuah Fakultas di UI, meskipun masih menjadi staff biasa, bukan dosen. Lalu, aku melanjutkan studi ke S2 dengan harapan jika nanti aku melamar pekerjaan aku bisa langsung masuk ke jenjang middle management.. gak jadi kuli lagi gitchu...hehe. Sambil S2, aku bekerja jadi junior consultant di almamaterku, yang manaaaa.. masih sesuai dengan background pendidikanku, baik S1 dan S2. Lulus S2, aku coba-coba apply untuk menjadi dosen di almamaterku. eeeeh, ternyata diterima...hohoho. (Padahal aku juga apply ke sebuah BUMN besar dan berharap bisa lulus disitu aja )

Dalam menjadi pekerjaan, aku gak mau asal-asalan. Asal keterima, asal bekerja, asal punya gaji..hihihi. Maunya tuh, yang tetap memperhitungkan statusku yang lulusan S2. Sudah capek2 kuliah, tetap aja pas keterima kerja yang dilihat cuma S1-nya doank...rugiiiii. Karena terlalu selektif itulah makanya sampe skarang blom apply ke manapun.

DOSEN

ya..ya..ya... sekilas sepertinya itu pekerjaan yang cocok untukku. Lulusan S2, pasti punya nilai lebih kalau jadi dosen. Apalagi dengan status sebagai istri dan (insha Allah) ibu, jadi dosen katanya bisa lebih fleksibel dalam mengatur waktu buat keluarga. Tapiiii... kok rasanya beuraaaaat banget buat jadi dosen. Gak pede euy ama kapasitas diri kenapa ya? udah setahun jadi dosen, tapi tetap aja gemetaran saat masuk kelas..hehe.

lierr..aaaah...
lihat nanti ajalah mau kerja dimana... ada yg punya lowongan??

12 komentar:

  1. udah... libur aja dulu laaah.. liburan panjang, mnyusun strategi, luruskan niat, ikhlaskan hati.. sambil liat2 peluang dagang :))

    BalasHapus
  2. dagang?? gak sesuai dengan core competence mbak...hahahaha
    tapi, libur dulu sepertinya enak juga tuh =P

    BalasHapus
  3. iya tuh, jadi dosen di bandung aja nantinya :)
    bagus kan, jadi memperkuat da'wah kampus di sana *sebagai ADKP ^_^v
    semoga sukses dan lancar ya nanti di tempat baru ;)

    BalasHapus
  4. wah.. awalnya mungkin berat nanti.. seolah menempuh hidup baru.. semangat, mbak!!

    BalasHapus
  5. si dewi kompor banget nyuruh orang istirahat :p
    but, its true.. enak lg istirahat dl.. menikmati leha2x dirumah, silaturahim kemana-mana, hehehe....

    BalasHapus
  6. hmm.. insya Allah dipertimbangkan nanti :)
    amiin..amiiin...

    BalasHapus
  7. makasih kiki..
    iya nih, pas pindah nanti insya Allah benar-benar menempuh hidup baru.. keluarga baru, lingkungan baru, pekerjaan baru :D

    BalasHapus
  8. tapi klo blom punya anak, sepertinya gak enak mbak.. di rumah bengong sendirian..
    ntar aja istirahatnya pas ACI Eksklusip..hehe *bisa gak ya??* :P

    BalasHapus
  9. Serius pit, coba deh istirahat, sempetin melakukan kegiatan yg selama kerja ga bisa dlakuin, blajar masak misalnya. Halaaaah.. think out of the box lah..jgn batasi diri dgn kompetensi yg dpelajari di bangku kuliah aja, sapa tau pita ada kompetensi laen, misalnya: jualan atau jd tukang poto.. Misalnyaaaa :p

    BalasHapus
  10. hihihi...
    trims atas masukannya mba, insya Allah ntar dipertimbangkan ;)

    BalasHapus
  11. Middle management, untuk fresh graduate?
    Maaf, bukannya bermaksud mengerdilkan, tapi kalau ditempat saya pasti dipilih dari mereka yang mengerti kondisi kerjaan, mengerti bagaimana manajerial tim dan memotivasi bawahan.
    Ilmu ini bisa kita dapatkan seiring dari jatuh bangunnya kita didunia kerja.
    Jika selama ini anda kuliah dan MEMBAYAR untuk mendapatkan pengetahuan, kenapa anda tidak mencoba bekerja aja dulu mengabaikan gelar S2 anda, ditahun pertama dan kedua anda akan belajar, dan DIBAYAR untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman, jauh lebih baik bukan?
    Saat ini gelar S2 bukanlah suatu jaminan menempati posisi management, semua lewat seleksi alam, siapa yang cooperatif, communicative, tangguh yang akan dipilih.
    Didunia kerja, dipimpin oleh org yg level pendidikannya (baca: gelar) lebih rendah dari kita adalah hal yang lumrah, intinya bagaimana anda terus belajar pengalaman2 baru dan memanfaatkannya untuk kepentingan perusahaan.
    Selamat bekerja

    BalasHapus