aku rindu masa itu..
berkumpul di selasar masjid di tepi danau
dibatasi oleh selembar spanduk yang hanya menutup setengah badan jika berdiri
berbicara dan mencoba mengenali siapa yang sedang berbicara dibalik hijab
aku rindu masa itu...
berkumpul bersama saudara seiman, satu tujuan..
membahas ini dan itu...
semua dilakukan atas nama dakwah!
aku rindu masa itu
meskipun tak lagi duduk bersila dan dibatasi selembar kain
melainkan duduk di meja bundar..
tapi tetap membahas hal yang sama..
(katanya) lagi-lagi atas nama dakwah..
sungguh aku merindukan masa itu..
kapan kita berkumpul lagi kawan...?
membahas tugas kita.. amanah kita..
yang entah sejak kapan mulai terbengkalai...tertinggal.. terlupakan
ahh, tidaaak
tidak semua melupakan..
hanya sebagian..
mungkin sebagian besar.. termasuk diriku.
mang udah keluar mbak???
BalasHapuskok rada mirip dengan puisi umam yang dulu ya pit? hehehe.....
BalasHapus@pak erwin: keluar darimana pak? Atauuu apanya yg keluar??
BalasHapus@umam: puisi yg mana mam? Pita ga plagiat lho...
hayo pit hati2x, bs dituduh futur loh ;)
BalasHapusyaaah masih mending dituduh futur mba.. dari pada dituduh BSH :p
BalasHapus