Kamis, 03 Desember 2009

ku akui aku telah lalai

"Mbak, kapan kita kumpul2 lagi?" tiba2 pertanyaan itu terlontar dari adikku via messaging di monitor laptopku..

sejenak aku tersentak... astaghfirullah... iya ya, sudah beberapa bulan sejak ifthor bersama Ramadhan kemarin nyaris tak pernah ada pertemuan lagi yang kuadakan bersama mereka.. sebenarnya "kemalasanku" ini bukan tanpa alasan (atau tepatnya ku sebut pembenaran). Dulu, setiap kali diajak ngumpul, ada aja alasan mereka, sibuk tugas kuliah, harus ke tempat KP, ada acara keluarga, bla..blaa... Jumlah yang sedikit itupun menjadi semakin dikit dan kuanggap tidak "pantas" lagi untuk berjalan.. Sudah beberapa kali ku minta carikan solusi untuk masalah ini kepada yang "berhak" tapi tetap tak ada jawaban. Dan puncaknya, ku hentikan secara sepihak dengan segala "alasan" yang ku buat untuk meninggalkan mereka.

"aah, sepertinya mereka sudah tidak butuh lagi" atau "aku sibuk" atau "aku gak siap" dan alasan2 lain yang kubuat meninggalkan kewajibanku mengelola amanah ini.

Dan adikku berkata demikian bukan tanpa latar belakang.. sehari sebelumnya dia mengirim SMS mengatakan bahwa dirinya sudah semakin jauh dan futur... dan aku hanya bisa terdiam.. "adakah ini akibat kelalaianku?" astagfirullah...

padahal beberapa hari sebelumnya aku sudah merasakan gejala-gejala "kurang sehat" dari beberapa orang di antara mereka... padahal aku sendiri merasakan bahwa amanah ini (insya Allah) dapat menjadi tempat menumpahkan segala kepenatan hidup dan aktivitas sehari-hari... bertemu dengan saudara dan saling nasihat menasihati dalam ketakwaan adalah bagian terindah dari ukhuwah.

tapi apa yang aku lakukan? seolah aku menutup mata dan tak perduli... itu bukan tanggung jawabku (lagi). sudah mati kah hati ku? atau memang ia tak pernah hidup sebelumnya??

semoga Allah mengampuni segala kelalaianku ini dan menguatkan azzam ku kembali untuk menjalankan amanah ini...bismillah...

3 komentar:

  1. ayo mb, semangat tuk menjalankan amanah itu lg. tak pernah ada kata terlambat ;)

    BalasHapus
  2. amiiin...
    terima kasih bunda & dina...

    BalasHapus