Rabu, 21 Maret 2012

I'm Back!!

Apa kabar semuaaaaaa??

iih, udah lama ternyata tidak menulis di sini..
kenapa ya dulu sempet "ninggalin" MP?
Pertama, karena klo login MP yang pertama nongol adalah Marketplace, jadi auranya kurang enak utk nge-blog... atau karena sempat upload foto jualan ya??
Kedua, karena sudah punya website sendiri (berdua maksudnya :P) jadi cita2 nya mau cerita2 di sana aja... eeeh, ternyata di sana gak jalan juga :p
Ketiga, karena kesibukan (atau lebih tepatnya sok sibuk???) jadinya kurang ada waktu untuk curhat2 ria di sini... 
Keempat, karena sekarang sudah punya teman curhat yg nyata....hahaha

tapi, mudah2an bisa aktif lagi di MP... bisa share lg dengan teman2 di sini ^__^

Rabu, 03 Agustus 2011

di tempat yang baru

1 agustus 2011 bertepatan dengan 1 Ramadhan 1432H
Alhamdulillah, Allah masih memberiku kesempatan untuk berkarya sekaligus mencari tambahan uang jajan..hehe (klo nafkah mah urusan suami :P)

Walaupun sesuai kontrak masa kerjaku dimulai per tanggal 1 agustus, tapi dari tgl 28 Juli sudah diminta untuk menghadiri rapat dosen skaligus perkenalan diriku yg anak baru. Ternyata eh ternyata... disini juga banyak dosen2 baru. Tak kirain diriku seorang..hehe. Dan baru tahu kalo ada proses rekrutmen yg resmi dari awal tahun lalu.. Gini nih akibat gak pernah baca koran..hehe. Tapi, alhamdulillah walaupun sudah "telat" memberikan CV, masih diberi kesempatan untuk ikut seleksi :D

Bagaimana kesannya di sini?
5 hari pertama... seruu..
Kebetulan seruangan dengan sesama teman2 yg baru juga. ada ibu2 yg heboh, ibu2 yg kalem, mbak2 yg pinter sampe bapak2 yg ikutan heboh sama ibu2..hehe.
Karena disini corenya manajemen dan bisnis..jadilah lebih banyak kaum hawanya.. (yeeey, akhirnya dapat lingkungan kerja yg mayoritas perempuan..=P)
Bertemu dengan orang2 baru sangat menyenangkan.. bisa banyak belajar dan menambah pengetahuan. Selain itu makin menyadarkan diri ini bahwa belum berbuat apa2 dan belum bisa apa2.. tapi, gak boleh jadi minder, harus nambah semangat biar bisa berkarya lebih baik.

5 hari pertama... bingung..
Karena kebanyakan tentang manajemen, jadilah mata ajar yang diberikan padaku juga lebih berat ke manajemennya. Enak sih, dibandingkan ngoding dan algoritma.. Tapi jadinya harus belajar lagi yg buaaaanyaaaak.. mudah2an bisa terkejarlah sampe mulai ngajar awal bulan depan.

5 hari pertama...senang..
Pas interview memang dikatakan ada jam kerja yaitu 8 - 16.30. Kenyataannya?? No..no..
Yah, namanya juga kampus. Apalagi perkuliahan sedang libur. Dosen2 lama datangnya suka-suka.. kadang datang kadang nggak. Tapi berhubung masih baru, harus nongol tiap hari walaupun ada yg datang hanya 1-2 jam... enak ya??!
jadi, ashar udah bisa sampe rumah dan istirahat menjelang buka puasa..hehe.

yah, semoga saja hari2 kedepan lebih seru dan menyenangkan, tapi tidak tambah membingungkan tentunya...

semangaaaaat ^^

Rabu, 13 Juli 2011

to be a (good) working-wife

Kali ini saya akan membahas tentang istri pekerja alias working-wife (bener ga ya istilahnya??). Sedikit berbeda dengan working-mother yang banyak dibahas di milis sebelah, maksudnya working-wife disini adalah istri yang bekerja tapi belum jadi ibu. Yah apapun sebutannya lah ya..hehe. Maka disini saya tidak akan bahas soal untung ruginya wanita bekerja terkait pendidikan anak. (seperti yang biasa dibahas dalam topik2 WM vs FTM)

Kalau baca postingan saya sebelumnya, rasanya saya sudah banyak "mengeluh" tentang hidup saya menjadi housewife beberapa bulan terakhir ini. Yang awalnya sangat bersemangat utk "liburan", jauh dari rutinitas kantor dan bereksperimen di dapur berganti menjadi rasa suntuk, jenuh, bosan, bete, bad-mood, dan sifat-sifat jelek lainnya. Akhirnya, beberapa pekan lalu saya beranikan diri untuk mengirim CV yang sudah lama kubuat tapi belum dikirim2 juga...hehe. Dan alhamdulillah..tanpa perlu menunggu waktu lama, saya mendapat panggilan interview dan dinyatakan LULUS...horeeeee!! So, insya Allah kalau tidak ada aral melintang, mulai bulan depan saya akan kembali menjadi working-wife =D

Menjadi wanita pekerja sepertinya sudah menjadi hal yang biasa dalam keluarga besar saya. Ibu saya adalah wanita pekerja. Hampir semua tante-tante saya juga wanita pekerja (hanya 2 dari 11 yang memilih menjadi FTM). Makanya, selama hampir 6 bulan ini saya menganggur...rasanya gimanaaaa gitu. Sepertinya menyalahi tradisi keluarga (lebaaaay). Saya teringat perkataan guru ngaji saya ketika SMU dulu. Beliau bilang, wanita bekerja karena 3 alasan:
1. membantu orang tua
2. membantu suami
3. karena seorang janda (jadi harus menghidupi diri sendiri)
Kok alasan ekonomi semua ya?? Yaa, karena alasan terbesar orang bekerja adalah untuk mencari uang. Apalagi jaman sekarang gituloh, semua serba muaaahaaal.

Memang dalam Islam, wanita tidak diwajibkan untuk mencari nafkah. Tapi Islam juga tidak melarangnya. Sebagaimana ibunda Khadijah r.a yang merupakan seorang pengusaha (alias wanita pekerja juga). Nah, dijaman sekarang ini, banyak alasan yang mendorang wanita untuk bekerja, bahkan setelah dia menikah (kan logikanya, klo dah nikah jadi tanggungan suami sehiangga gak perlu capek2 nyari duit). Ada yang karena alasan membantu suami agar dapur tetap ngebul, ada yang karena sudah terlanjur sekolah tinggi2, ada yg karena sayang meninggalkan karir yg dirintis dari masa lajang, sampai yang hanya ingin mencari aktivitas di luar rumah. Apapun alasannya, wanita jaman sekarang sepertinya lebih banyak yg memilih utk bekerja dari pada hanya stay di rumah.

Nah, as a working-wife tentunya ada rambu-rambu yang harus dipatuhi agar rumah tangga tetap berjalan sebagaimana mestinya. Banyak kasus perceraian terjadi pada rumah tangga yg suami-istri bekerja. Mulai dari kasus perselingkuhan, intensitas pertemuan yang berkurang (akhirnya rumah tak hangat lagi), sampai ke alasan ekonomi. Seperti makan buah simalakama ya bekerja ini..hehe. Alasan ekonomi yg seperti apa? Saat istri punya penghasilan yang lebih besar dari suaminya.

Sebagai laki-laki, tentu punya ego untuk menjadi superior dalam keluarga. Ada lelaki yg tidak bisa menerima saat istrinya lebih "sukses" dibanding dirinya. Atau bisa juga, sang istri lah yang merasa sudah punya banyak uang, sehingga merasa "tak butuh" lagi. Nah, untuk masalah ini, jauh-jauh hari sebelum saya menikah, mama saya pernah berpesan..

"jika suatu hari penghasilanmu lebih besar dari suamimu, jangan pernah sombong dihadapannya. jangan pernah merendahkannya ataupun menyinggung-nyinggung soal uang"

Saya sangat bangga dengan mama saya. Dan saya rasa, beliau amat sangat pantas menasehati saya mengenai hal tersebut. Beliau sudah berpengalaman menjadi tulang punggung keluarga untuk kurun waktu tertentu saat papaku sedang melanjutkan studinya. Tapi mama tidak pernah menunjukkan sifat arogansinya karena punya uang lebih banyak (kayak di sinetron2 gitu.. =D). I am so proud of you mom!

Apapun alasan saya kembali bekerja (biarlah hanya saya, suami dan Allah yg tahu), saya harap agar nanti tetap bisa seimbang dalam menjalani karir dan kehidupan rumah tangga saya. Doakan ya temans ;)

Selasa, 28 Juni 2011

Cemburu?

Suatu hari di suatu tempat, seorang teman baru bertanya padaku..
Teman: "Suaminya kerja apa?"
Saya: "Dokter gigi"
T: "praktek sendiri?"
S: "iya"
T: "ada perawatnya?"
S: "ada"
T: "hati-hati lho.. banyak dokter yg selingkuh ama perawatnya. kan waktu mereka banyak dihabiskan berdua tuh"
S: (terdiam sejenak, lalu tersenyum) "aah, gak cuma dokter kok, pekerjaan apapun ada peluang utk selingkuh" :D

*****
Bukannya aku tidak pernah cemburu dengan suamiku.. Tentu saja pernah dan sering..haha. Punya suami yg humble dan mudah membuat orang "jatuh cinta" kadang membuatku ingin berkata padanya "jangan terlalu ramah sama orang, nanti disangka ada maksud lain". Aku baru tahu setelah menikah dengannya bahwa suamiku ini banyak sekali punya "his-mother/brother/sister-wanna-be". Karena sifatnya itu, maka kadang cemburuku tidak hanya ditujukan pada wanita yang potensial menjadi orang ketiga, tapi juga teman-teman lelakinya...hohoho. Apalagi kami belum memiliki momongan yang bisa dijadikan "pelarian" mencurahkan kasih sayang..=D

Peralahan tapi pasti, aku belajar untuk mengelola rasa cemburuku. Memang, kadang yg namanya selingkuh itu tidak hanya karena disengaja tapi juga karena ada kesempatan. Pernah baca sebuah note FB punya teman (lupa siapa), bahkan seorang ibu rumah tangga yg cuma diam di rumah pun bisa selingkuh. Nah lho...

Bukankah dalam berumah tangga itu dibutuhkan rasa percaya satu sama lain? Apakah aku percaya dengan suamiku??? YA. Insya Allah suamiku adalah lelaki beriman yang tahu bahwa Allah selalu melihatnya dimana pun ia berada..Jadi, bukankah lebih baik aku percayakan saja "pengawasan"nya kepada Yang Maha Melihat..maka akupun bisa tidur dengan nyenyak..hehe.

Hidup berumah tangga memang penuh seni dan perjuangan. Apalagi di jaman seperti ini... Belum lagi pengaruh berita2 seleb di media atau sinetron2 yg gak mutu tentang pembenaran atas tindakan hina itu. Bikin cemas dan was-was saja.. belum lagi buku NCHI yg baru2 ini kubaca....T__T
Oleh karena itu, harus lebih banyak belajar lagi bagaimana mempertahankan keutuhan dan keharmonisan rumah tangga karena ujian semacam ini mungkiiin (mungkin lho yaaaa) akan menghadang setiap pasangan. Tinggal apakah semua orang bisa melewatinya dengan mulus dan tetap bersatu, atau tercerai berai gagal dalam rintangan ini..

*untuk yang belum menikah, no need to worry ya ;)

Kamis, 23 Juni 2011

New Catatan Hati Seorang Istri

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Asma Nadia
Ketika pertama kali Mba Asma Nadia gembar-gembor menerbitkan kembali buku ini di FB, aku sudah menambahkannya ke dalam list buku yg ingin ku baca. Tapi karena jarang ke toko buku, jadi baru kesampaian sekitar sebulan lalu. Itupun beli online pas ada promo diskon paket dengan No Excuse!. Akhirnya, kesampaian juga baca bukunya..hehe.

Sama seperti buku2 Asma Nadia lainnya, buku ini memuat berbagai tulisan pendek mengenai curhatan atau pengalaman beliau terkait kehidupan seorang istri. Hanya dalam waktu beberapa hari saja aku bisa menyelesaikan baca buku ini.

Overall saya sangat suka buku ini. Memberikan nasihat tapi tidak menggurui. Tak terhitung berapa kali aku mencurahkan air mata membacanya.. (dasar cengeng...hehe). Tapi, buku ini seolah kurang 'adil' memaparkan kehidupan seorang istri. Hampir semua ceritanya tentang perselingkuhan, kekerasan, pengkhianatan, dan "kekejaman" para suami lainnya terhadap wanita yg telah mengorbankan banyak hal untuk mendampingi hidupnya dan membesarkan anak-anaknya. Sedikit sekali cerita yang mengkisahkan sosok suami yg "pantas dikagumi".

Memang, kehidupan rumah tangga tidak hanya hal-hal yg indah saja. Mempertahankan cinta adalah sebuah perjuangan yg tiada akhir. Jika tidak kuat iman, maka akan mudah tergelincir ke jurang kehancuran. Bukankah iman itu naik dan turun?
Jatuh cinta lagi. Mengapa seperti sebuah ujian yg "pasti" menghampiri setiap pasangan dan menjadi alasan klise untuk mengkhianati pasangan yang telah diikrarkan untuk dijaga dengan penuh kasih sayang. Meskipun poligami diperbolehkan dalam Islam, tapi bukan menjadi pembenaran untuk mengakomodir rasa cinta yg datang tidak pada waktunya. Bahkan sepasang suami-istri yang dinobatkan sebagai pasangan yg sakinah, yg ideal, yg harmonis, dan berbagai sebutan manis lainnya, bisa hancur saat salah satu dari mereka jatuh cinta lagi pada orang lain.

Setelah membaca buku ini, saya jadi mellow....huhuhu.
Ada perasaan takut, bagaimana jika suatu hari ujian seperti itu hadir dalam perjalanan cinta kami? apa yg harus ku lakukan? mampukah aku untuk mempertahankannya menjadi milikku seorang?
Jika aku bisa menentukan takdir, aku ingin hanya berjodoh dengan suamiku seorang dan dia menjadi jodohku saja, hingga di yaumul akhir nanti...
Tapi takdir itu hak prerogatif Allah.. manusia hanya bisa menjalaninya dengan usaha yg terbaik..

"sudah, gak usah yg mikir yg aneh2.. perjalanan ini masih panjang. Masih banyak yg perlu dipikirkan saat ini" begitu kata suamiku membuyarkan lamunanku di suatu senja :)

Jumat, 10 Juni 2011

That dream will come true..

it's time to write again...hehe
thanks to mba santi yg udah mempertanyakan kenapa blog ku akhir2 ini 'kering' :D
oke.. mari dimulai..

Dulu pas masih muda banget (skarang jg masih muda kok :p), saat masih senang2nya bermimpi.. saya pernah punya impian untuk sekolah lagi di negeri sakura. Kenapa Jepang? entahlah.. padahal saya bukan penggemar manga.. paling cuma Sailormoon, Candy-Candy, dan Detektif Conan. Itu pun gak yang ngebet banget utk koleksi setiap edisi komiknya atau nonton setiap episode serialnya di layar kaca.
Saya punya impian untuk menikmati indahnya suasana duduk di bawah pohon sakura yang sedang bersemi indah :)
Karena mimpi saya ini, saya bahkan sempat kursus bahasa Jepang selama 6 bulan.. lalu berhenti karena gak kuat harus menghapal huruf kanji yg makin lama makin keriting..hohoho

Setelah lulus S2, impian saya sedikit berubah. Ternyata bidang ilmu yg saya minati lebih berkembang di Eropa, Amerika atau yg terdekat Australia. Setiap kali membahas rencana kuliah lagi dengan teman2.. Jepang sudah saya coret dari daftar saya. Di dalam bayangan saya, Jepang sangat-sangat fokus pada teknologi dan science nya yang mana sangat-sangat menakutkan bagi saya (lebaaaay)

Setelah menikah, impian saya berubah lagi... (gak punya pendirian -__-)
Saya tidak lagi memimpikan untuk sekolah di luar negeri.. saya hanya ingin menemani suami yg sekolah di luar negeri...(terdengar lebih gampang...hehehe)
Dan kebetulan... saya mendapatkan suami yang punya passion dalam menuntut ilmu dan mengajarkannya.. (sama donk??? hmmm...gak juga sih :D) Mulailah dia hunting2 program doktor dan mengontak profesor2 di luar negeri yg sempat masuk dalam daftar kenalannya...hehe.
Daaaan... gayung pun bersambut. Akhir agustus nanti Insya Allah suamiku akan berangkat ke negeri matahari terbit tersebut untuk menghadiri International Summer Program di sebuah universitas ternama di sana... dan rencananya akan dilanjutkan dengan program PhD... Hebbaaatt...
ternyata gak sia2 dulu sempat belajar bahasa jepang..meskipun sekarang sudah lupa lagi..hehe.

Lalu bagaimana dengan saya??
"Pita cari2lah peluang sekolah disana" begitu kata papaku
 Whaaaat?? PhD??? now??? (histeris mode on..hehe)
oh tidaaaak... saya merasa belum siap untuk menyandang gelar itu dibelakang namaku..
belum pede euy... takut otak gak mampu dan malah jadi stress lagi...huhuhu.
sempat terpikir untuk ambil S2 lagi aja apa ya? tapi kalau lihat2 website beberapa univ di Jepang yg ada jurusan IT nya..lagi2 tentang science and engineering :(
kok gak ada yg IT management ya?? fiuuh..

But anyway, I'm so proud of my hubby... ^^
He makes my dream is going true... insya Allah.

Sabtu, 14 Mei 2011

aku pejuang!

berhentilah terlena dalam fatamorgana
karena hidup bukan sekedar cerita
ada suka dan ada duka
kadang tawa kadang air mata

tapi aku tak kan menyerah
karena aku adalah pejuang!
ya..aku pejuang!
dan aku telah membuktikannya..
meski perjuanganku mungkin tak sekeras mereka
tapi aku mampu untuk berdiri tegar melawan derasnya arus kehidupan

dan aku adalah pejuang!
meski sesekali air mataku mengalir deras
tapi bukan berarti aku menyerah..
aku tak akan menyerah!
semua itu untuk menjadikanku lebih kuat ..
karna begitulah Tuhan menciptakan wanita

sekali lagi aku katakan bahwa aku adalah pejuang!
tak perlu kau ragu padaku..
aku mengerti maksudmu..
dan aku hanya butuh lebih banyak waktu
untuk membuktikan diriku adalah pejuang!