Jumat, 19 Februari 2010

"Gimana rasanya?"

Beberapa hari belakangan ini cukup banyak teman2 yang menanyakan padaku..
"Gimana rasanya mo nikah? deg-degan ya...??"

Awalnya aku hanya menjawab.."Biasa aja tuh, malah lebih deg-degan klo disuruh ngajar di kelas...hehe" Mungkin nanti klo sudah pulang ke palembang, pas tahu apa-apa saja persiapan yang belum beres...nah, itu yang bisa bikin deg-degan. Maklum, semuanya dipersiapkan sendiri oleh orang tua plus kerabat (gak pake WO-WO an).

Tapi, hari demi hari ku lalui.. ku tanya pada diri sendiri, pada hati nurani... "deg-degan gak sih??"
karena sering dirasa-rasa akhirnya benar-benar terasa deg-degannya...ha..ha..ha...
Bukan cuma deg-degan karena takut ada yang kurang untuk persiapan acara, tapi juga menjelang pernikahan itu sendiri... mitsaqon gholizon, saat yang dulu haram menjadi halal, bahkan dapet pahala.

Sudah siapkah aku? (biasanyakan deg-degan itu karena belum siap)
Siapkah aku untuk hidup bersama seseorang yang sebelumnya tidak ada disisiku..
Siapkah aku untuk menerima segala kelebihan dan kekurangannya...
Siapkah aku untuk tidak sebebas dulu, kemana2 semaunya, apa2 sesukanya...
Siapkah aku untuk menjadi istri baginya, anak bagi orang tuanya, saudara bagi sanak familinya...
Siapkah aku untuk hidup bermasyarakat, bertetangga, bersosialisasi... (beda donk klo dah berkeluarga dengan masih gadis..hehe)
Siapkah aku untuk lebih bertanggung jawab, lebih mandiri...
Siapkah aku untuk ...
ahhh, masih banyak pertanyaan dalam hatiku yang kadangkala membuatku merasa... "aku belum siap"
(Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari godaan syetan yang terkutuk...)

Tapiii... aku teringat pada sebuah nasyid dari Suara Persaudaraan..
Apabila telah tiba masaku, untuk segera mengakhiri lajangku
Dengan segenap kemampuan Allah berikan, Insya Allah janjiku segera ku tunaikan

Tapi bila kuraba dalam hati, datang seruntun pertanyaan silih berganti
Adakah semua kulakukan terlalu dini, berdegup jantung di dada kendalikan diri

Namun pernikahan begitu indah ku dengar, membuat ku ingin segera melaksanakan
Namun bila kulihat aral melintang pukang, hatiku selalu maju mundur dibuatnya

Akhirnya aku segra tersadar, Hanya pada Allah-lah tempat aku bersandar
Yang akan menguatkan hatiku yang terkapar, Insya Allah azzamku akan terwujud lancar

Semoga Allah memberkahi jalan ini.... mohon do'a dari semua..

3 komentar:

  1. Ga perlu deg-degan bu, menjelang hari H banyak-2 doa aja yg penting ^__^
    Apalagi kan smua dah dipersiapkan semaksimal mungkin, insya Allah semua berjalan seperti yg diharapkan..klo pun ada sdikit hal2 yg tdk sesuai ya emg ga da yg sempurnakan di dunia ini...smg lancar ya bu acaranya ^__^

    BalasHapus
  2. achiii..dah lama gak nongol di mp, langsung ngasih wejangan..hohoho
    amiiin. Makasih ya bu ^^

    BalasHapus